“PERAN INSTITUSI PENDIDIKAN DALAM MEMPERSIAPKAN PMIK (SISTEM TERINTEGRASI) DI ERA UNIVERSAL HEALTH COVERAGE”


Di Indonesia kini telah mengembangkan serta menjalankan salah satu program Universal Health Coverage (UHC), untuk sistem UHC di indonesia sendiri bisa kita kenal dengan BPJS, KIS, JKN, JKS, JAMKESMAS, dan masih banyak lagi. Harapannya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Pada hari Senin, tanggal 29 April 2019, seluruh mahasiswa dari Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengikuti kuliah tamu bersama Ibu Nuryati,S.Far.,MPH yang merupakan salah satu wakil dekan di Universitas Gajah Mada, selain itu, Ibu Nuryati juga merupakan ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI).
Kuliah tamu kali ini mengangkat tema, “PERAN INSTITUSI PENDIDIKAN DALAM MEMPERSIAPKAN PMIK (SISTEM TERINTEGRASI) DI ERA UNIVERSAL HEALTH COVERAGE” yang mana, diharapkan seluruh mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan mampu menyiapkan dan mampu menjadi lulusan yang dapat mengembangkan sistem jaminan kesehatan yang ada di Indonesia.
Menurut Ibu Nuryati, lulusan Manajemen Informasi Kesehatan harus mampu menguasai 7 kompetensi untuk menjadi lulusan DIV Rekam Medis yang bisa dianggap kompeten dalam bidangnya, diantaranya:

  1. Profesionalisme yang luhur, etika dan legal.
  2. Mawas diri dan pengembangan diri
  3. Komunikasi efektif
  4. Manajemen data dan informasi kesehatan
  5. Keterampilan klasifikasi klinis, kodifikasi penyakit dan masalah kesehatan lainnya, dan prosedur klinis
  6. Aplikasi  ilmu statistik, epidemiologi, biomedik, dan komunikasi
  7. Manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan

Ibu Nuryati juga meminta agar setiap mahasiswa di program studi Manajemen Informasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo aktif dalam mengetahui apa saja yang harus di pelajari dan di dapat selama menjadi mahasiswa MIK. Mahasiswa juga harus tahu setiap perkembangan ilmu yang ada, walaupun masih menjadi angkatan yang pertama, Ibu Nuryati menekankan agar setiap mahasiswa dapat bersaing dan mampu untuk berkembang di luar kampus terlebih lebih aktif lagi untuk mencari pengalaman dengan mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang lain. Tak lupa Ibu Nuryati juga berpesan agar setiap mahasiswa senantiasa mengupdate perkembangan serta pembaharuan mulai dari ICD, Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) dan berbagai macam ilmu yang berkaitan dengan program studi Manajemen Informasi Kesehatan agar dapat menjadi lulusan D4 MIK sesuai dengan profil lulusan yang di harapkan oleh APTIRMIKI yakni:

  1. Coder Reimbursment
  2. Manajer IRMIK
  3. Manajer Mutu FASKES
  4. Analis Informasi Kesehatan.

Dalam kuliah tamu kali ini, Ibu Nuryati juga menyinggung terkait Universal Health Coverage (UHC) disini Ibu Nuryati menjelaskan beberapa konsep reformasi pada pelayanan kesehatan, dimana pelayanan kesehatan yang berkualitas harus mampu memenuhi 4 point sebagai berikut:

  1. Preventif
  2. Promotif
  3. Kuratif
  4. Rehabilitatif

Agar mampu menjadi pelayanan kesehatan yang berkualitas, setidaknya di Indonesia harus mampu mencapai 80% dari poin yang diatas, akan tetapi di Indonesia masih belum mampu mencapainya, oleh karena itu, Ibu Nuryati berharap agar lulusan dari Manajemen Informasi Kesehatan di Indonesia terlebih di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mampu mereformasi serta memperbaiki sistem yang sudah ada.(war/ukn)

Related Posts

Leave a Reply