Fisioterapi.umsida.ac.id – Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bekerja sama dengan Growfmspace menggelar kegiatan EduTrip Sehari Menjadi Fisioterapis Cilik.
Program edukasi yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama
dirancang untuk mengenalkan profesi fisioterapi melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.
Melalui berbagai aktivitas praktik dan permainan, peserta diajak memahami peran fisioterapis sekaligus belajar pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak masa pertumbuhan.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Prodi Fisioterapi Umsida dalam
memperkenalkan ragam profesi kesehatan kepada masyarakat sejak usia dini.
Menurut Kaprodi Fisioterapi Umsida, Okky Zubairi Abdillah SFis MKKK,
kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengenalan profesi,
tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kami ingin anak-anak mengetahui bahwa profesi di bidang kesehatan tidak hanya dokter atau perawat. Fisioterapis juga memiliki peran penting dalam membantu seseorang memulihkan kemampuan bergerak dan meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya.
Belajar Fisioterapi dengan Cara yang Seru dan Interaktif

Seluruh rangkaian EduTrip disusun menyesuaikan karakter anak yang cenderung lebih mudah memahami materi melalui aktivitas bermain. Karena itu, setiap sesi dikemas secara interaktif agar peserta dapat belajar tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.
Kegiatan diawali dengan pengenalan profesi fisioterapi, kemudian dilanjutkan dengan berbagai simulasi sederhana yang memperlihatkan bagaimana fisioterapis membantu pasien dalam proses pemulihan gerak. Peserta juga diajak mengikuti laboratory tour untuk melihat langsung fasilitas laboratorium fisioterapi Umsida.
Di laboratorium, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai alat terapi yang biasa digunakan dalam pelayanan fisioterapi. Beberapa alat yang aman untuk anak bahkan dapat dicoba secara langsung dengan pendampingan instruktur sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata.
“Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan pendekatan seperti ini, materi akan lebih mudah dipahami sekaligus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka,” ujar Okky.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak anak mengajukan pertanyaan mengenai tugas fisioterapis, mulai dari penanganan pasien patah tulang, cedera olahraga, hingga gangguan gerak lainnya.
Rasa ingin tahu tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan berhasil membangun ketertarikan peserta terhadap dunia fisioterapi.
Edukasi Postur Tubuh pada Masa Golden Period

Selain mengenalkan profesi fisioterapi, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga postur tubuh dan membiasakan aktivitas fisik sejak usia dini.
Okky menjelaskan bahwa masa anak-anak merupakan golden period atau periode emas dalam perkembangan sistem muskuloskeletal dan kemampuan motorik. Pada fase tersebut, kebiasaan sehari-hari akan sangat memengaruhi kesehatan tubuh hingga dewasa.
Karena itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai posisi duduk yang benar saat belajar, pentingnya menjaga postur tubuh, serta manfaat aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan otot dan tulang.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya mengenal profesi fisioterapi, tetapi juga memahami pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan aktif bergerak agar terhindar dari gangguan muskuloskeletal di masa mendatang,” ungkapnya.
Melalui edukasi tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat baik di sekolah maupun di rumah sebagai langkah awal mencegah gangguan sistem gerak sejak dini.
Komitmen Umsida Kenalkan Profesi Fisioterapi kepada Masyarakat
Melihat tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung, Program Studi Fisioterapi Umsida berkomitmen untuk terus mengembangkan EduTrip Sehari Menjadi Fisioterapis Cilik sebagai program edukasi bagi masyarakat.
Menurut Okky, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan anak-anak mengenai berbagai profesi di bidang kesehatan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan investasi penting sejak usia dini.
“Kami berharap program ini terus berkembang sehingga semakin banyak anak mengenal profesi fisioterapis. Dengan begitu, mereka memahami bahwa fisioterapi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif,” tutupnya.(Elfirarm)


















