Fisioterapi Umsida Hadirkan Pakar Fisioterapi Samarinda Bahas Visceral Physiotherapy

Fisioterapi.umsida.ac.id – Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menghadirkan wawasan terbaru dalam dunia rehabilitasi melalui kegiatan Guest Lecture.

Bertema “Visceral Physiotherapy: Integrasi Sistem Visceral dan Muskuloskeletal” yang digelar di Kampus 1 Umsida, Kamis (11/06/2026).

Kuliah tamu ini menghadirkan Arisandy Achmad SFt MFis PhD PT dari ITKES Wiyata Husada Samarinda sebagai narasumber utama.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Fisioterapi dari berbagai angkatan yang antusias mempelajari pendekatan baru dalam penanganan nyeri kronis.

Lihat Juga: Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot

Mengungkap Keterkaitan Organ Dalam dan Nyeri Muskuloskeletal

Dalam pemaparannya, Arisandy menjelaskan bahwa tidak semua keluhan muskuloskeletal berasal dari gangguan otot, sendi, maupun tulang. Beberapa kasus nyeri kronis yang sulit sembuh justru dapat dipicu oleh masalah pada organ dalam tubuh.

Menurutnya, tubuh manusia bekerja sebagai satu sistem yang saling terhubung. Organ-organ internal memiliki hubungan erat dengan jaringan fasia, diafragma, sistem saraf otonom, hingga tulang belakang.

“Sering kali pasien sudah mendapatkan terapi pada area nyeri, tetapi hasilnya belum optimal. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena sumber masalah sebenarnya berasal dari organ internal,” jelasnya.

Ia juga mengenalkan konsep referred pain atau nyeri rujukan, yaitu kondisi ketika gangguan pada suatu organ memunculkan rasa nyeri di bagian tubuh lain seperti leher, bahu, punggung, atau dada.

Pemahaman ini dinilai penting agar fisioterapis mampu melakukan asesmen secara lebih komprehensif.

Baca Juga: Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat

Visceral Physiotherapy sebagai Pendekatan Holistik

Materi selanjutnya membahas berbagai konsep penting dalam visceral physiotherapy, seperti viscerosomatic reflex, somatovisceral reflex, dan somatosomatic reflex. Konsep-konsep tersebut membantu fisioterapis memahami hubungan timbal balik antara organ dalam dan sistem gerak tubuh.

Arisandy menjelaskan bahwa beberapa keluhan nyeri punggung bawah kronis, nyeri leher, maupun gangguan bahu dapat memiliki keterkaitan dengan kondisi organ tertentu. Sebaliknya, ketegangan otot dan gangguan postur juga dapat memengaruhi fungsi organ melalui jalur saraf dan jaringan ikat.

Karena itu, pendekatan fisioterapi modern tidak cukup hanya berfokus pada area yang terasa sakit. Fisioterapis perlu melihat tubuh secara menyeluruh agar penyebab utama gangguan dapat ditemukan dan ditangani dengan tepat.

Diskusi Mahasiswa dan Tantangan Praktik Fisioterapi Masa Depan

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu mahasiswa semester 6, Aru, menanyakan langkah yang harus dilakukan ketika fisioterapis telah berhasil mengidentifikasi masalah pasien, tetapi keluhan yang dialami tidak menunjukkan perbaikan.

“Jika sudah identifikasi pasien, tetapi tidak ada penurunan keluhan, apakah yang harus kami lakukan? Mungkin ada penyakit dalam?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Arisandy menjelaskan bahwa fisioterapis perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya keterlibatan organ internal yang memengaruhi kondisi pasien.

“Fisioterapi juga dapat menangani gangguan yang berkaitan dengan organ dalam melalui pendekatan visceral physiotherapy. Jika memahami konsep ini dengan baik, fisioterapis dapat melakukan intervensi secara mandiri dan lebih profesional,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fisioterapi Umsida memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam praktik klinis.

Pengetahuan tentang hubungan antara organ dalam dan sistem muskuloskeletal diharapkan mampu menjadi bekal berharga dalam menangani berbagai kasus pasien secara lebih efektif di masa depan.(Elfirarm)

Bertita Terkini

Peran Fisioterapi Umsida di FK Umsida Run 2026: Bantu Pemulihan dan Cegah Cedera Pelari
February 8, 2026By
Pre Klinik Fisioterapi Umsida, Bekal Awal Mahasiswa Hadapi Dunia Praktik Klinis
January 30, 2026By
Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
November 14, 2025By
neuromuscular
Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping
August 31, 2025By
massage
Workshop Massage untuk Atlet Tapak Suci UMSIDA, Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Cedera
August 24, 2025By
clinical reasoning
Pentingnya Clinical Reasoning dalam Fisioterapi Ditekankan di SEMIFIS 2025
August 9, 2025By
digital
Fisioterapi Umsida Sukses Peroleh Hibah PKM Digitalisasi Data Latihan, Upaya Cegah Cedera dan Perkuat Prestasi Atlet Sepatu Roda
July 14, 2025By
Physiocup
Meningkatkan Kolaborasi Esports dan Fisioterapi melalui Physiocup 2025
July 1, 2025By

Prestasi

3 Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara di Physiofest Nasional 2026
April 12, 2026By
Prestasi Olahraga Mahasiswa Fisioterapi Umsida di Taekwondo Jatim Cup 3
December 21, 2025By
SAINS SKATE SUPPORT Bawa Umsida Juara 1 KISI 2025 dalam Inovasi untuk Evaluasi Atlet
December 6, 2025By
Aplikasi SAINS SKATE SUPPORT Karya UMSIDA Masuk Finalis KISI 2025
November 23, 2025By
Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara Ajang Bergengsi di Jawa Timur
October 27, 2025By
Baik Sekali
S1 Fisioterapi Fikes Umsida Raih Predikat Akreditasi Baik Sekali, Pilar Keunggulan Pendidikan Fisioterapi
May 11, 2025By
Poster Kesehatan
Lomba Poster Kesehatan, Dziya Ulhaq Tampilkan Solusi Kreatif untuk Redakan Low Back Pain
May 6, 2025By
S1 Fisioterapi
Buktikan mampu bersaing ajang nasional, Mahasiswa S1 Fisioterapi Sabet Juara 1 Lomba Poster Kesehatan
April 22, 2025By