Fisioterapi.umsida.ac.id – Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Seminar Fisioterapi (SEMIFIS) 2026 dengan tema “From Start to Finish Line: Physiotherapy Strategies for Better Running Performance”.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring, sabtu(22/08/2026).
Nabila Madya Nurrifdah selaku moderator SEMIFIS 2026 menjelaskan seminar dilatarbelakangi oleh semakin populernya olahraga lari di masyarakat.
Namun, aktivitas lari yang tidak diimbangi dengan persiapan fisik, pemahaman teknik, serta pengelolaan latihan yang tepat dapat meningkatkan risiko cedera.
“Webinar ini bertujuan menjadi media diseminasi ilmu pengetahuan dan perkembangan terkini mengenai peran fisioterapi dalam meningkatkan performa lari melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif,” jelas Nabila.
Baca Juga: Program Fisioterapis Cilik Umsida Kenalkan Profesi Fisioterapi kepada Anak Usia Sekolah
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai strategi fisioterapi berbasis bukti ilmiah yang dapat diterapkan.
Untuk meningkatkan kualitas latihan, mengoptimalkan kemampuan berlari, serta meminimalkan risiko cedera pada berbagai tingkat kemampuan pelari.
SEMIFIS Hadirkan Dua Materi tentang Persiapan Fisik dan Teknik Berlari

SEMIFIS 2026 menghadirkan dua narasumber yang membahas aspek berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung performa pelari.
Materi pertama disampaikan oleh Bagas Anjasmara STr Ft MFis.
Dengan topik “Preparing Lower Body for Runners: Exercise Prescription for Performance Enhancement”.
Dalam pemaparannya, Bagas menjelaskan bahwa latihan tambahan bagi pelari harus berfungsi sebagai pendukung aktivitas lari, bukan menggantikan latihan utama.
Program latihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu, mulai dari kemampuan fisik yang menjadi hambatan hingga dosis latihan yang tepat.
Pelari membutuhkan berbagai komponen fisik seperti kekuatan, daya ledak, daya tahan otot, mobilitas dan kontrol gerakan.
Kemampuan tersebut membantu tubuh dalam mengelola beban saat berlari, mulai dari menyerap gaya benturan, menjaga stabilitas tubuh, menghasilkan tenaga, hingga mendorong tubuh bergerak lebih efisien.
Materi kedua disampaikan oleh Slamet Rujito, SST FT MKM C-OMPT C-DNP.
Dengan topik “Optimizing Running Technique and Preventing Common Running Injuries”.
Pembahasan berfokus pada teknik berlari, siklus gerakan lari, faktor penyebab cedera, hingga pendekatan fisioterapi dalam proses pemulihan.
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa cedera pada pelari dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti peningkatan beban latihan yang berlebihan, biomekanik tubuh, kualitas jaringan, pola pemulihan, hingga faktor gaya hidup.
Oleh karena itu, pencegahan cedera membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui latihan kekuatan, peningkatan mobilitas, kontrol gerakan, serta program rehabilitasi yang sesuai.
Cek Juga: Cegah Anemia dan Diabetes, TLM Umsida Edukasi Siswa SDN Kendalsewu
Antusiasme Peserta Tunjukkan Pentingnya Edukasi Fisioterapi Olahraga

Kegiatan SEMIFIS 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta, tenaga fisioterapis dari rumah sakit dan puskesmas, terapis mandiri, hingga atlet khususnya pelari.
Selama sesi berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti pemaparan materi secara aktif. Peserta juga memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan pertanyaan kepada narasumber melalui kolom percakapan.
Menurut Nabila, salah satu hal menarik adalah keterhubungan antara materi yang diberikan oleh kedua pemateri.
Pembahasan mengenai persiapan fisik melalui latihan kemudian dilanjutkan dengan pemahaman teknik berlari serta pencegahan cedera, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh.
“Materi satu dan materi dua saling berkesinambungan sehingga membuat interaksi menjadi lebih menarik bagi peserta. Saat sesi tanya jawab dibuka, kedua materi mendapatkan antusiasme yang sama,” ungkapnya.
Harapan SEMIFIS Menjadi Ruang Pengembangan Ilmu Fisioterapi

Setelah terlaksananya SEMIFIS 2026, HIMA Fisioterapi Umsida berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai topik fisioterapi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan harapan kegiatan berikutnya dapat dilaksanakan secara langsung atau offline agar peserta dapat berinteraksi lebih dekat dengan narasumber maupun sesama peserta.
Kegiatan ilmiah seperti SEMIFIS tidak hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan praktisi untuk memperluas pengetahuan mengenai perkembangan ilmu fisioterapi.(Elfirarm)

















