Fisioterapi.umsida.ac.id – Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) mengadakan kegiatan edukasi melalui FIKES Xpertise Series 1 yang berlangsung di SMA Negeri 4 Sidoarjo (8/05/26).
Kegiatan ini hadir sebagai bentuk edukasi kesehatan bagi pelajar,
Cek Selengkapnya: Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara di Physio Fest Nasional 2026
khususnya terkait pentingnya memahami penanganan pertama saat terjadi cedera olahraga.
Tidak sedikit siswa yang masih menganggap cedera dapat langsung
Lihat Juga: FIKES UMSIDA Dorong Kesadaran Karier Bidang Kesehatan di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong
diatasi dengan pijat, padahal penanganan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi tubuh.
Melalui program ini, tim Fisioterapi Umsida memberikan pemahaman bahwa tubuh manusia memiliki sistem yang kompleks
sehingga cedera tidak boleh ditangani secara sembarangan hanya berdasarkan informasi singkat di media sosial.
Para siswa terlihat antusias mengikuti materi, berdiskusi, hingga mencoba langsung beberapa teknik dasar penanganan cedera yang diperagakan oleh tim fisioterapi.
Siswa Diajak Memahami Penanganan Cedera yang Benar

Dalam sesi pemaparan materi, tim Fisioterapi Umsida menjelaskan bahwa cedera olahraga dapat terjadi kapan saja, baik ketika latihan rutin maupun saat pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
Kesalahan penanganan awal sering kali membuat cedera menjadi lebih parah dan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Peserta dikenalkan pada beberapa jenis cedera yang umum terjadi, seperti keseleo, ketegangan otot, hingga nyeri sendi akibat aktivitas fisik berlebihan.
Selain itu, siswa juga diajarkan mengenali tanda-tanda cedera yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga menghadirkan praktik langsung agar siswa lebih mudah memahami materi.
Mereka mencoba teknik sederhana seperti penggunaan kompres dingin, posisi istirahat yang tepat, hingga cara mengurangi tekanan pada area tubuh yang cedera.
“Tubuh manusia itu kompleks, jadi penanganan cedera harus dilakukan dengan tepat. Tidak semua kondisi bisa langsung dipijat,” jelas salah satu tim Fisioterapi Umsida saat sesi edukasi berlangsung.
Pendekatan praktik ini membuat siswa lebih memahami bahwa pertolongan pertama pada cedera olahraga memerlukan pengetahuan dasar yang benar agar kondisi tubuh tetap aman.
Fisioterapi Umsida Kenalkan Peluang Profesi di Bidang Kesehatan

Selain memberikan edukasi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan Program Studi S1 Fisioterapi Umsida kepada siswa SMA. Dalam sesi pengenalan, dijelaskan bahwa program studi tersebut telah terakreditasi Baik Sekali dan menyediakan jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program Studi Fisioterapi Umsida berfokus mencetak lulusan yang profesional, inovatif dan siap bekerja di bidang pelayanan kesehatan berbasis nilai Islami.
Lulusannya memiliki peluang karier yang luas, mulai dari rumah sakit, klinik rehabilitasi, pusat kebugaran, layanan kesehatan masyarakat, hingga dunia pendidikan dan penelitian.
Kegiatan FIKES Xpertise Series 1 juga disambut positif oleh siswa karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Banyak peserta aktif bertanya saat sesi diskusi dan penasaran mengenai dunia fisioterapi serta penanganan cedera olahraga.
Melalui kegiatan ini, Umsida menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan profesi fisioterapi kepada generasi muda sejak dini.(Elfirarm)


















