Tidak Hanya untuk Cedera, Fisioterapi Ternyata Bisa Mengatasi Berbagai Masalah Kesehatan

Fisioterapi.umsida.ac.id – Banyak orang mengira fisioterapi hanya diperlukan setelah mengalami cedera atau patah tulang.

Padahal, terapi ini memiliki peran yang jauh lebih luas dalam membantu pemulihan berbagai masalah kesehatan.

Fisioterapi atau terapi fisik merupakan metode rehabilitasi yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat penyakit, cedera, atau kondisi tertentu.

Terapi ini dapat dilakukan pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Mengutip laman Halodoc, fisioterapi membantu meningkatkan kemampuan gerak tubuh, mengurangi nyeri, serta mempercepat proses pemulihan setelah cedera atau penyakit.

“Fisioterapi merupakan metode terapi yang bertujuan membantu mengembalikan fungsi tubuh dan meningkatkan kemampuan gerak seseorang setelah mengalami cedera atau penyakit tertentu,” tulis Halodoc.

Baca Juga: Dosen Fisioterapi Fikes Umsida Ukir Prestasi di Konferensi Internasional

Mengatasi Cedera dan Nyeri Sendi
Sumber: Pexels

Salah satu kondisi yang paling sering ditangani dengan fisioterapi adalah cedera pada sendi. Cedera ini bisa terjadi akibat olahraga berlebihan, aktivitas fisik berat, atau kecelakaan.

Fisioterapi dapat membantu mengurangi nyeri melalui berbagai metode, seperti latihan peregangan, terapi panas dan dingin, hingga pijatan terapeutik.

Selain itu, penderita arthritis atau radang sendi juga dapat merasakan manfaat dari fisioterapi. Terapi ini membantu meningkatkan fleksibilitas sendi sekaligus mengurangi rasa nyeri yang muncul akibat peradangan.

Baca Selengkapnya: Masih Anggap Fisioterapi Cuma Penghilang Nyeri? Ini Faktanya

Menurut Halodoc, beberapa terapi seperti hidroterapi atau latihan dalam air hangat juga sering digunakan untuk membantu meningkatkan mobilitas sendi.

“Latihan fisioterapi dapat membantu mengurangi nyeri sendi dan meningkatkan kemampuan gerak pada penderita arthritis,” tulis Halodoc.

Pemulihan Penyakit Jantung dan Saraf
Sumber: Ai

Fisioterapi tidak hanya bermanfaat bagi cedera otot atau sendi. Terapi ini juga sering digunakan untuk membantu pemulihan pasien dengan gangguan sistem saraf atau penyakit kardiovaskular.

Pada pasien yang mengalami stroke, Parkinson, atau multiple sclerosis, fisioterapi dapat membantu melatih kembali kemampuan gerak tubuh yang terganggu. Terapi ini juga berperan dalam meningkatkan koordinasi otot serta memperbaiki keseimbangan tubuh.

Selain itu, fisioterapi juga menjadi bagian penting dalam rehabilitasi pasien setelah serangan jantung. Dengan latihan yang terstruktur, pasien dapat meningkatkan kebugaran tubuh sekaligus memperbaiki kualitas hidupnya.

“Fisioterapi juga berperan dalam membantu pemulihan pasien dengan gangguan saraf dan penyakit jantung melalui latihan yang dirancang khusus,” tulis Halodoc.

Lihat Juga: Bolehkah Keseleo Dipijat? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Diketahui

Mengatasi Diabetes hingga Osteoporosis
Ilustrasi AI

Selain kondisi di atas, fisioterapi juga dapat membantu pengelolaan beberapa penyakit kronis seperti diabetes. Latihan fisik yang dilakukan dalam program fisioterapi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.

Fisioterapi juga dapat membantu penderita inkontinensia urine melalui latihan dasar panggul yang dirancang khusus. Latihan ini bertujuan memperkuat otot yang berperan dalam mengontrol buang air.

Pada penderita osteoporosis, fisioterapi berperan dalam meningkatkan kekuatan otot dan membantu menjaga kepadatan tulang. Dengan latihan yang tepat, risiko cedera dan patah tulang juga dapat dikurangi.

Dengan manfaat yang luas tersebut, fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi pemulihan, tetapi juga dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Sumber: Laman Halodoc

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

Peran Fisioterapi Umsida di FK Umsida Run 2026: Bantu Pemulihan dan Cegah Cedera Pelari
February 8, 2026By
Pre Klinik Fisioterapi Umsida, Bekal Awal Mahasiswa Hadapi Dunia Praktik Klinis
January 30, 2026By
Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
November 14, 2025By
neuromuscular
Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping
August 31, 2025By
massage
Workshop Massage untuk Atlet Tapak Suci UMSIDA, Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Cedera
August 24, 2025By
clinical reasoning
Pentingnya Clinical Reasoning dalam Fisioterapi Ditekankan di SEMIFIS 2025
August 9, 2025By
digital
Fisioterapi Umsida Sukses Peroleh Hibah PKM Digitalisasi Data Latihan, Upaya Cegah Cedera dan Perkuat Prestasi Atlet Sepatu Roda
July 14, 2025By
Physiocup
Meningkatkan Kolaborasi Esports dan Fisioterapi melalui Physiocup 2025
July 1, 2025By

Prestasi

Prestasi Olahraga Mahasiswa Fisioterapi Umsida di Taekwondo Jatim Cup 3
December 21, 2025By
SAINS SKATE SUPPORT Bawa Umsida Juara 1 KISI 2025 dalam Inovasi untuk Evaluasi Atlet
December 6, 2025By
Aplikasi SAINS SKATE SUPPORT Karya UMSIDA Masuk Finalis KISI 2025
November 23, 2025By
Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara Ajang Bergengsi di Jawa Timur
October 27, 2025By
Baik Sekali
S1 Fisioterapi Fikes Umsida Raih Predikat Akreditasi Baik Sekali, Pilar Keunggulan Pendidikan Fisioterapi
May 11, 2025By
Poster Kesehatan
Lomba Poster Kesehatan, Dziya Ulhaq Tampilkan Solusi Kreatif untuk Redakan Low Back Pain
May 6, 2025By
S1 Fisioterapi
Buktikan mampu bersaing ajang nasional, Mahasiswa S1 Fisioterapi Sabet Juara 1 Lomba Poster Kesehatan
April 22, 2025By
Optimalkan Performa dan Kesehatan Atlet Sepatu Roda di FASTER CLUB Sidoarjo: Berhasil Gelar Program Pengabdian Masyarakat
May 13, 2024By