Fisioterapi.umsida.ac.id – Di tengah gaya hidup digital yang semakin lekat dengan pelajar, kebiasaan sederhana seperti posisi duduk ternyata menyimpan risiko kesehatan yang sering diabaikan.
Banyak siswa belum menyadari bahwa postur tubuh yang salah dapat berdampak serius pada kesehatan, bahkan sejak usia remaja.
Riset pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Lihat Juga: Tim S1 Fisioterapi Umsida Juara 2 Medical and Health Competition Vol 2 2025
Widi Arti SFis MKes, Herista Novia Widanti Ftr MFis dan Bagas Anjasmara STr Ft MFis.
Di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo menunjukkan bahwa kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga good posture masih tergolong rendah .
Kebiasaan Sehari-hari yang Membentuk Bad Posture
Aktivitas pelajar yang didominasi oleh penggunaan laptop, smartphone, dan duduk dalam waktu lama menjadi faktor utama munculnya postur tubuh yang kurang baik.
Banyak siswa terbiasa duduk membungkuk, menunduk saat menggunakan ponsel, atau membawa beban berlebih di punggung tanpa memperhatikan posisi tubuh yang benar.
Kondisi ini memicu munculnya forward head posture (FHP), yaitu posisi kepala yang cenderung maju ke depan dari garis normal tulang belakang.
Cek Juga: Fisioterapi UMSIDA Dampingi Pelari FK UMSIDA Run 2026 Lewat Layanan Pemulihan Otot
Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menyebabkan perubahan struktur tubuh dan memicu gangguan pada tulang belakang.
“Kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga good posture dapat menyebabkan bad posture yang berpotensi memicu kelainan tulang belakang,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.
Minimnya Edukasi Jadi Faktor Utama
Salah satu temuan penting dalam riset ini adalah masih terbatasnya akses informasi dan edukasi kesehatan terkait postur tubuh di kalangan pelajar.
Berdasarkan wawancara awal, siswa mengaku membutuhkan pengetahuan lebih tentang pentingnya menjaga posisi tubuh yang benar dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping
Sebelum dilakukan edukasi, sebagian besar siswa berada pada kategori kesadaran yang rendah hingga cukup terkait pentingnya good posture.
Hal ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan hanya pada kebiasaan, tetapi juga pada kurangnya pemahaman.
Padahal, bad posture yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan nyeri leher, ketegangan otot, hingga gangguan muskuloskeletal jangka panjang.
Edukasi Jadi Kunci Perubahan Kesadaran

Melalui program edukasi yang dilakukan tim dosen fisioterapi Umsida, terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman dan kesadaran siswa.
Data menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 50% dan kesadaran good posture hingga 75% setelah kegiatan edukasi dilakukan.
Metode edukasi yang digunakan tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga praktik langsung seperti pemeriksaan postur dan latihan sederhana untuk mengurangi nyeri leher dan bahu.
Pendekatan ini terbukti lebih efektif karena siswa dapat langsung memahami dan mempraktikkan materi yang diberikan.
Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat, pelajar dapat lebih sadar dalam menjaga postur tubuh mereka.
Pada akhirnya, menjaga good posture bukan hanya soal penampilan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat menentukan kualitas hidup di masa depan.
Sumber: Riset Widi Arti SFis MKes
Penulis: Elfira Armilia

















