Fisioterapi.umsida.ac.id – Kesehatan tulang sering kali luput dari perhatian hingga muncul keluhan nyeri atau risiko patah tulang di usia lanjut. Padahal, tulang merupakan fondasi utama tubuh manusia.
Di dalam tubuh terdapat 206 tulang yang berfungsi menopang tubuh, melindungi organ vital, memproduksi sel darah, serta menyimpan mineral penting seperti kalsium dan fosfor.
Kepadatan tulang sendiri tidak bersifat statis dan akan terus berubah seiring bertambahnya usia.
Berdasarkan informasi kesehatan yang dirilis di website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), kepadatan tulang mencapai puncaknya pada usia sekitar 30 tahun.
Setelah itu, kepadatan tulang perlahan menurun, terutama pada perempuan setelah menopause yang lebih rentan mengalami osteoporosis.
Baca Selengkapnya: SAINS SKATE SUPPORT Bawa Umsida Juara 1 KISI 2025 dalam Inovasi untuk Evaluasi Atlet
Tulang Kuat Dibangun Sejak Dini
Mengutip penjelasan Yekti Herinawati SSiT dari RS Ortopedi Surakarta yang dimuat dalam laman Kemenkes, pembentukan tulang yang kuat tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak masa kanak-kanak hingga dewasa awal.
“Jika tubuh diibaratkan bangunan, maka tulang adalah tiang penyangga utama. Kepadatan tulang sangat menentukan kemampuan tubuh dalam menopang aktivitas sepanjang hidup,” jelas Yekti dalam publikasi Kemenkes.
Cek Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida
Ia menegaskan bahwa tulang yang tidak mendapat asupan gizi optimal sejak dini berisiko mengalami penurunan kepadatan lebih cepat di usia lanjut. Oleh karena itu, menjaga tulang bukan hanya soal mencegah penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Zat Gizi Esensial untuk Kepadatan dan Kekuatan Tulang

Menurut laman Kemenkes, kunci utama menjaga kesehatan tulang terletak pada pemenuhan zat gizi yang tepat. Kalsium menjadi mineral utama pembentuk tulang, didukung oleh protein yang membantu pembentukan massa tulang dan otot.
Vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium, sementara vitamin K membantu proses pengerasan tulang melalui pembentukan osteokalsin.
Selain itu, magnesium, fosfor, dan zinc turut mendukung mineralisasi tulang, sedangkan asam lemak omega-3 membantu menekan aktivitas sel perusak tulang. Vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen yang menjadi bagian penting struktur tulang.
“Pemenuhan zat gizi ini sebaiknya berasal dari pola makan seimbang, bukan hanya dari suplemen,” terang Yekti dalam rujukan Kemenkes.
Cek Selengkapnya: Anak Muda Mudah Lelah, Gaya Hidup atau Masalah Kesehatan?
Gaya Hidup Modern, Tantangan Kesehatan Tulang
Sayangnya, gaya hidup modern sering menjadi ancaman kesehatan tulang. Konsumsi makanan cepat saji, minuman bersoda, kafein berlebih, alkohol, serta kebiasaan merokok dapat menghambat penyerapan kalsium.
Kurangnya aktivitas fisik juga mempercepat penurunan kepadatan tulang.
Melalui pendekatan edukatif, Kemenkes mengingatkan bahwa tulang kuat hingga tua bukanlah hasil kebetulan.
Pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup, serta gaya hidup sehat sejak dini merupakan investasi penting agar tulang tetap kokoh menopang kehidupan hingga usia lanjut.
Sumber: laman kemenkes
Penulis : Elfira Armilia

















