Fisioterapi.umsida.ac.id – Ankylosing spondylitis mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, penyakit ini merupakan jenis peradangan kronis yang menyerang tulang belakang dan dapat berdampak serius pada kualitas hidup penderitanya.
Kondisi ini menyebabkan tulang belakang menjadi kaku hingga postur tubuh cenderung membungkuk ke depan.
Mengutip dari laman Halodoc “ankylosing spondylitis adalah peradangan yang dapat menyebabkan tulang belakang kehilangan kelenturan dan membuat penderitanya sulit bergerak.”
Kondisi ini bahkan bisa memengaruhi tulang rusuk, sehingga penderita kesulitan bernapas dalam-dalam.
Baca Selengkapnya: Manfaat Fisioterapi untuk Pemulihan dan Pencegahan Gangguan Gerak Tubuh
Fisioterapi Jadi Pendekatan Penting dalam Penanganan

Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan ankylosing spondylitis sepenuhnya, fisioterapi menjadi salah satu metode yang dinilai efektif untuk mengelola gejalanya.
Terapi ini berfokus pada latihan fisik yang membantu menjaga fleksibilitas tulang belakang, mengurangi nyeri dan meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Lihat Juga: Fisioterapi Lebih Akurat, Solusi Cerdas untuk Mahasiswa dan Praktis
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa program latihan yang dilakukan secara rutin dan diawasi tenaga medis mampu memberikan hasil yang signifikan.
Pasien yang menjalani fisioterapi mengalami peningkatan gerakan tulang belakang dibandingkan mereka yang tidak melakukan terapi.
“Fisioterapi dapat membantu mempertahankan dan meningkatkan pergerakan tulang belakang serta mengurangi rasa sakit,” sebagaimana dijelaskan dalam berbagai studi terkait penanganan penyakit ini.
Selain itu, latihan fisik juga berperan penting dalam menjaga kondisi psikologis pasien. Mereka yang aktif berolahraga cenderung memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak menjalani terapi.
Risiko Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Ankylosing spondylitis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Salah satunya adalah terbentuknya tulang baru yang justru membuat ruas tulang belakang menyatu (fusion) dan kehilangan fleksibilitas.
Kondisi ini dapat membatasi gerakan tubuh dan bahkan mengganggu fungsi paru-paru jika tulang rusuk ikut terdampak.
Lihat Selengkapnya: Terlalu Banyak Minum Kopi Bisa Picu Osteoporosis, Berikut Penjelasannya!
Selain itu, penderita juga berisiko mengalami fraktur kompresi akibat tulang yang melemah, serta gangguan pada jantung, terutama pada bagian aorta.
Mengutip dari Halodoc, “tanpa penanganan yang tepat, ankylosing spondylitis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan pernapasan hingga masalah jantung.”
Fisioterapi bukanlah solusi instan, tetapi menjadi bagian penting dalam manajemen jangka panjang ankylosing spondylitis. Konsistensi dalam menjalani latihan fisik dan mengikuti anjuran tenaga medis menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas hidup penderita.
Dengan pendekatan yang tepat, penderita tidak hanya dapat mengurangi gejala, tetapi juga memperlambat perkembangan penyakit. Pada akhirnya, menjaga tubuh tetap aktif adalah langkah sederhana namun berdampak besar dalam menghadapi ankylosing spondylitis.
Sumber: Laman Halodoc
Referensi:
Cochrane. Diakses pada 2020. Physiotherapy for Ankylosing Spondylitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ankylosing Spondylitis.
Rheumatology Network. Diakses pada 2020. Physiotherapy Improves Outcomes in Ankylosing Spondylitis.
Penulis: Elfira Armilia

















