Fisioterapi.umsida.ac.id – Keluhan nyeri punggung bawah atau low back pain masih sering dianggap sepele oleh banyak wanita.
Padahal, kondisi ini bisa berdampak besar pada produktivitas dan kualitas hidup.
Mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga wanita usia matang, nyeri punggung menjadi keluhan yang paling sering muncul dalam aktivitas sehari-hari.
Di Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), kasus nyeri punggung pada wanita menjadi salah satu keluhan dominan yang ditangani di klinik praktik mahasiswa.
Baca Juga: Injury Prevention Menjadi Strategi Penting Agar Tetap Aktif Tanpa Cedera
Kondisi ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kebiasaan gerak yang kurang tepat dan faktor biologis yang khas pada wanita.
Kabar baiknya, nyeri punggung dapat dicegah dan ditangani dengan pendekatan fisioterapi yang sederhana dan aman.
Faktor Penyebab Nyeri Punggung yang Rentan Dialami Wanita

Nyeri punggung bawah umumnya dipicu oleh postur tubuh yang kurang ergonomis.
Kebiasaan duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk, baik saat bekerja di depan laptop maupun menggunakan gawai, membuat otot punggung bekerja berlebihan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini menimbulkan ketegangan otot dan rasa nyeri yang menetap.
Selain itu, aktivitas mengangkat beban tanpa teknik yang benar juga menjadi faktor risiko utama.
Cek Juga: Anak Muda Mudah Lelah, Gaya Hidup atau Masalah Kesehatan?
Menggendong anak, mengangkat cucian, atau membawa tas berat di satu sisi tubuh menyebabkan beban tulang belakang tidak seimbang.
Wanita cenderung lebih rentan karena kekuatan otot inti yang belum optimal serta distribusi beban tubuh yang terpusat di area pinggul.
Kehamilan dan masa pasca melahirkan turut memperbesar risiko nyeri punggung.
Perubahan hormon menyebabkan ligamen menjadi lebih longgar, sementara peningkatan berat badan dan kebiasaan menggendong bayi memberikan tekanan tambahan pada punggung bawah.
Jika tidak disertai latihan pemulihan, nyeri ini dapat bertahan hingga berbulan-bulan.
Strategi Pencegahan Nyeri Punggung dengan Pendekatan Fisioterapi

Pencegahan nyeri punggung dapat dimulai dari perbaikan postur tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Posisi duduk yang baik adalah dengan punggung menempel pada sandaran kursi, kaki menapak rata di lantai, serta layar kerja sejajar dengan pandangan mata.
Disarankan untuk melakukan peregangan ringan setiap 30 menit guna mengurangi ketegangan otot.
Latihan penguatan otot inti juga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas punggung. Gerakan sederhana seperti plank, bridge, dan bird-dog dapat dilakukan di rumah tanpa alat khusus.
Latihan ini membantu memperkuat otot perut dan punggung yang berperan sebagai penopang tulang belakang.
Selain itu, penting untuk menerapkan teknik mengangkat beban yang benar dengan menekuk lutut dan menjaga punggung tetap lurus.
Pemilihan alas kaki yang nyaman serta penggunaan tas ransel juga membantu menjaga keseimbangan postur tubuh.
Cek Selengkapnya: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida
Penanganan Aman untuk Mengurangi Nyeri Punggung
Apabila nyeri punggung sudah terlanjur muncul, langkah awal yang dapat dilakukan adalah kompres hangat untuk membantu relaksasi otot. Aktivitas ringan seperti berjalan santai dan peregangan tetap dianjurkan agar otot tidak menjadi kaku.
Beberapa latihan peregangan seperti child’s pose dan cat-cow dapat dilakukan secara rutin untuk mengurangi ketegangan di area punggung bawah. Asupan cairan yang cukup serta konsumsi makanan bergizi juga mendukung proses pemulihan jaringan otot.
Jika nyeri berlangsung lebih dari satu minggu atau disertai keluhan lain seperti kesemutan dan kelemahan, konsultasi dengan fisioterapis sangat dianjurkan.
Pendekatan fisioterapi tidak hanya bertujuan mengurangi nyeri, tetapi juga membangun kebiasaan gerak yang benar agar keluhan tidak berulang. Dengan penanganan yang tepat, wanita dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan produktif.
Sumber :
- World Health Organization (WHO)
Low Back Pain Fact Sheet dan laporan global beban penyakit muskuloskeletal. - Cochrane Database of Systematic Reviews
Tinjauan sistematis efektivitas exercise therapy dan manual therapy pada nyeri punggung bawah. - Mayo Clinic
Manajemen nyeri punggung bawah dan rekomendasi aktivitas fisik. - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Studi Fisioterapi. - Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)
Data dan pengalaman klinik praktik mahasiswa fisioterapi.
Penulis : Vira Alifiah

















