fisioterapi.umsida.ac.id- Pemeriksaan kesehatan lansia bukan sekadar formalitas rutin, tapi kunci utama untuk memastikan masa tua yang berkualitas dan mandiri. Melalui program “Health Screening and Balance Examination for the Elderly” yang digagas dosen-dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Uumsida), masyarakat Sidoarjo kini bisa merasakan langsung manfaat program deteksi dini gangguan kesehatan dan keseimbangan tubuh lansia.
Baca Juga: Nyeri Bahu pada Staf Pengajar Bisa Dicegah dengan Postur dan Aktivitas Fisik yang Tepat
Pemeriksaan Kesehatan Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini

Penuaan adalah proses alami yang tak bisa dihindari. Namun, dampak yang menyertainya seperti gangguan keseimbangan, hipertensi, hingga obesitas, bisa dicegah atau diminimalkan melalui pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala. Program pengabdian masyarakat ini digelar oleh tim dosen Fikes Umsida yaitu Widi Arti, Yuni Endywati, Yohanes Deo Fau, dan Dani Rahman Darmawan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kampus terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat usia lanjut.
Acara yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2023 ini mengambil tempat di lantai 4 Gedung Mojopahit RSUD Sidoarjo. Sebanyak 74 lansia terlibat dalam kegiatan yang terdiri atas pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), detak jantung, hingga uji keseimbangan menggunakan Fukuda Test.
Uji keseimbangan ini dilakukan dengan metode sederhana namun efektif, yaitu peserta diminta berjalan di tempat dengan mata tertutup selama 30 detik. Pergerakan rotasi tubuh diamati untuk menilai keseimbangan, karena gangguan keseimbangan bisa menjadi indikator awal risiko jatuh.
Hasil pemeriksaan kesehatan lansia menunjukkan 67% peserta mengalami gangguan vestibular (alat keseimbangan dalam telinga), dengan variasi rotasi tubuh ke kanan atau ke kiri. Ini menunjukkan perlunya perhatian khusus pada aspek mobilitas lansia agar mereka tetap aman dan mandiri di usia senja.
Data Kesehatan Lansia dan Dampak Sosial Program
Data dari program ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tekanan darah rata-rata 135/85 mmHg, dengan kisaran cukup luas dari 102/61 mmHg hingga 207/95 mmHg. Ini mengindikasikan adanya risiko hipertensi yang perlu ditangani secara preventif. Sedangkan rata-rata IMT sebesar 24,8 kg/m² juga memperlihatkan risiko kelebihan berat badan maupun kekurangan gizi pada sebagian peserta.
Selain pemeriksaan, peserta juga diberikan edukasi kesehatan secara langsung oleh tim Fikes Uumsida Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga pola makan seimbang, aktivitas fisik ringan seperti senam lansia, hingga kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Melalui pemeriksaan kesehatan lansia, program berhasil:
-
Menyediakan data riil kondisi kesehatan lansia di Sidoarjo
-
Memberikan pemahaman tentang pentingnya keseimbangan tubuh
-
Menumbuhkan kesadaran akan deteksi dini risiko penyakit kronis
-
Menjadikan lansia sebagai subjek aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri
Partisipasi yang tinggi dan antusiasme para peserta menunjukkan bahwa pendekatan preventif berbasis komunitas seperti ini sangat efektif dan perlu terus dikembangkan.
Rekomendasi Lanjutan dan Peran FIKES UMSIDA
Tim dosen Fikes Umsida menyadari bahwa untuk menciptakan lansia yang mandiri dan sehat, perlu adanya upaya berkelanjutan. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berhenti di satu kali kegiatan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi penting:
-
Evaluasi lanjutan kesehatan lansia secara berkala, khususnya yang mengalami gangguan keseimbangan.
-
Kolaborasi dengan rumah sakit dan dinas kesehatan untuk memperluas jangkauan program ke seluruh wilayah Sidoarjo.
-
Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan fisik komunitas sebagai bagian dari upaya pencegahan jatuh.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan lansia juga menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan seperti Fikes Umsida mampu mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat secara langsung dan berdampak nyata.
Baca Juga: Pijat Oksitosin Tingkatkan Produksi ASI: Solusi Efektif bagi Ibu Nifas untuk Menyusui Optimal
Program “Health Screening and Balance Examination for the Elderly” oleh Fikes Umusida adalah bukti nyata bahwa pemeriksaan kesehatan lansia memiliki peran besar dalam membentuk masa tua yang sehat, aktif, dan mandiri. Upaya ini juga selaras dengan semangat pembangunan kesehatan berkelanjutan dan pendidikan yang humanis.
Melalui edukasi, intervensi dini, dan pemantauan berkelanjutan, lansia bukan hanya menjadi objek perawatan, tetapi subjek yang aktif dalam menjaga kesehatannya. Fikes Umsida terus berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya masyarakat dalam mewujudkan Indonesia sehat, dimulai dari Sidoarjo.
Sumber: Widi Arti
Penulis: Novia