Masih Anggap Fisioterapi Cuma Penghilang Nyeri? Ini Faktanya

Fisioterapi.umsida.ac.id  – Banyak orang masih berpikir bahwa fisioterapi hanya dibutuhkan ketika badan sudah pegal, punggung sakit, atau sendi terasa ngilu setelah seharian bekerja. Padahal, pandangan tersebut sudah jauh tertinggal.

Di balik citra “penghilang nyeri”, fisioterapi justru berperan besar dalam menjaga tubuh agar tetap sehat, aktif, dan mandiri sepanjang hidup.

Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melihat fisioterapi sebagai sahabat kesehatan tubuh yang bekerja sebelum masalah datang. Artinya, seseorang tidak perlu menunggu sampai sakit parah untuk bertemu fisioterapis.

Sejak masih sehat, fisioterapi bisa membantu membangun kebiasaan gerak yang benar agar tubuh tidak mudah cedera di kemudian hari.

Baca Juga:  Tesla Valve, Inovasi Laboran Teknik Sipil Umsida yang Tampil di KILab 2025

Fisioterapi sebagai Upaya Pencegahan dan Pembentuk Kebiasaan Gerak Sehat

Ambil contoh pekerja kantoran yang duduk di depan komputer hampir delapan jam setiap hari. Banyak dari mereka baru menyadari pentingnya fisioterapi ketika punggung sudah terasa nyeri dan leher sulit digerakkan.

Padahal, fisioterapi modern mengajarkan hal sederhana seperti posisi duduk yang tepat, peregangan ringan setiap 30 menit, hingga latihan kecil untuk menguatkan otot punggung yang bisa dilakukan langsung di meja kerja.

Ilmu fisioterapi sendiri telah berkembang sejak masa Perang Dunia I, ketika tenaga kesehatan membantu tentara pulih dari kelumpuhan dengan teknik latihan gerak.

Cek Juga: Terapkan R.I.C.E untuk Pemulihan yang Lebih Cepat, Cedera Otot Tidak Lagi Menghalangi!

Kini, fisioterapi bukan lagi sekadar urut, tetapi memadukan ilmu anatomi, biomekanik, hingga teknologi seperti ultrasound therapy, elektroterapi, dan latihan neuromuskuloskeletal.

Salah satu kekuatan utama fisioterapi adalah pencegahan cedera. Atlet futsal kampung, pekerja pabrik, hingga ibu rumah tangga dapat belajar cara pemanasan yang benar, teknik mengangkat barang yang aman, serta latihan keseimbangan agar tidak mudah terjatuh.

Dengan pendekatan ini, risiko cedera bisa ditekan sejak awal, tanpa harus bolak-balik minum obat atau menjalani perawatan mahal.

Peran Fisioterapi dalam Rehabilitasi dan Peningkatan Kualitas Hidup
Sumber: Ai

Bagi yang sudah terlanjur sakit, fisioterapi tetap menjadi kunci pemulihan. Pasien stroke, cedera lutut, hingga pascaoperasi dapat kembali belajar bergerak secara bertahap.

Proses ini bukan hanya memulihkan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan diri pasien untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Fisioterapi juga berperan penting dalam menangani penyakit kronis seperti diabetes, nyeri sendi menahun, hingga kelainan tulang belakang pada anak.

Cek Selengkapnya: Keputihan pada Remaja, Masalah Kesehatan Reproduksi yang Sering Diabaikan

Dengan latihan yang tepat, banyak pasien bisa meningkatkan kualitas hidup tanpa ketergantungan obat.

Melalui kurikulum yang terus mengikuti perkembangan zaman, Umsida membekali mahasiswa dengan keterampilan rehabilitasi modern dan pemanfaatan teknologi kesehatan.

Harapannya, lulusan tidak hanya menjadi terapis di ruang praktik, tetapi juga menjadi konsultan kesehatan yang hadir di tengah masyarakat.

Lewat pendekatan ini, fisioterapi diharapkan tidak lagi dipandang sekadar “penghilang nyeri”, melainkan sebagai garda depan dalam menjaga kualitas hidup masyarakat Sidoarjo.

Sumber: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi – Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Studi Fisioterapi
Penulis: Vira Alifiah

Bertita Terkini

Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
November 14, 2025By
neuromuscular
Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping
August 31, 2025By
massage
Workshop Massage untuk Atlet Tapak Suci UMSIDA, Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Cedera
August 24, 2025By
clinical reasoning
Pentingnya Clinical Reasoning dalam Fisioterapi Ditekankan di SEMIFIS 2025
August 9, 2025By
digital
Fisioterapi Umsida Sukses Peroleh Hibah PKM Digitalisasi Data Latihan, Upaya Cegah Cedera dan Perkuat Prestasi Atlet Sepatu Roda
July 14, 2025By
Physiocup
Meningkatkan Kolaborasi Esports dan Fisioterapi melalui Physiocup 2025
July 1, 2025By
aksi fisioterapi
Dari Ilmu Ke Aksi, Fisioterapi Umsida Edukasi Gaya Hidup Sehat Lewat CFD dan IFI
June 29, 2025By
kompetensi
Kuliah Pakar, Peran dan Kompetensi Fisioterapi Olahraga dalam Mencegah Cedera
June 13, 2025By

Prestasi

Prestasi Olahraga Mahasiswa Fisioterapi Umsida di Taekwondo Jatim Cup 3
December 21, 2025By
SAINS SKATE SUPPORT Bawa Umsida Juara 1 KISI 2025 dalam Inovasi untuk Evaluasi Atlet
December 6, 2025By
Aplikasi SAINS SKATE SUPPORT Karya UMSIDA Masuk Finalis KISI 2025
November 23, 2025By
Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara Ajang Bergengsi di Jawa Timur
October 27, 2025By
Baik Sekali
S1 Fisioterapi Fikes Umsida Raih Predikat Akreditasi Baik Sekali, Pilar Keunggulan Pendidikan Fisioterapi
May 11, 2025By
Poster Kesehatan
Lomba Poster Kesehatan, Dziya Ulhaq Tampilkan Solusi Kreatif untuk Redakan Low Back Pain
May 6, 2025By
S1 Fisioterapi
Buktikan mampu bersaing ajang nasional, Mahasiswa S1 Fisioterapi Sabet Juara 1 Lomba Poster Kesehatan
April 22, 2025By
Optimalkan Performa dan Kesehatan Atlet Sepatu Roda di FASTER CLUB Sidoarjo: Berhasil Gelar Program Pengabdian Masyarakat
May 13, 2024By