Cara Mencegah Speech Delay pada Balita dengan Stimulasi yang Tepat Sejak Dini

Fisioterapi.umsida.ac.id – Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan kondisi ketika balita belum mampu berbicara sesuai tahapan usianya. Kondisi ini cukup sering terjadi dan tidak selalu menandakan gangguan serius.

Namun, tetap diperlukan perhatian dan stimulasi yang tepat agar kemampuan komunikasi anak berkembang optimal.

Dilansir dari laman Halodoc, “speech delay adalah kondisi ketika kemampuan bicara anak berkembang lebih lambat dibandingkan anak seusianya.” Meski demikian, setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda.

Baca Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida

Faktor genetik, lingkungan, pola asuh, hingga kemungkinan gangguan pendengaran atau gangguan neurologis dapat memengaruhi kemampuan berbicara.

Halodoc juga menjelaskan bahwa ada perbedaan antara keterlambatan bicara (speech delay) dan keterlambatan bahasa (language delay).

Speech delay berkaitan dengan kesulitan menghasilkan suara atau kata, sedangkan language delay menyangkut kemampuan memahami dan menyusun kalimat, baik secara verbal maupun nonverbal.

Karena itu, orang tua perlu memahami tanda-tandanya agar dapat memberikan stimulasi yang sesuai sejak dini.

Penyebab Speech Delay yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Selain faktor perkembangan alami, ada beberapa kondisi yang dapat memicu keterlambatan bicara pada balita.

Gangguan pendengaran menjadi salah satu penyebab paling umum. Anak yang kesulitan mendengar tentu akan mengalami hambatan dalam meniru suara dan kata.

Tak hanya itu, gangguan perkembangan seperti gangguan spektrum autisme atau keterlambatan perkembangan global juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi anak.

Cek Juga: Anak Berkebutuhan KhususTerakses Fasilitas Ramah dan Teknologi Pendukung Modern

Halodoc menyebutkan bahwa “keterlambatan bicara juga bisa berkaitan dengan gangguan pendengaran atau gangguan perkembangan yang mendasari.”

Oleh karena itu, observasi sejak dini sangat penting agar orang tua dapat segera mengambil langkah tepat.

Cara Menstimulasi Balita agar Terhindar dari Telat Bicara
Visual
Sumber : AI

Stimulasi yang konsisten menjadi kunci utama mencegah speech delay pada balita. Menurut Halodoc, “intervensi dini sangat penting untuk membantu anak mengejar ketertinggalan kemampuan bicara dan bahasa.”

Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memperbanyak komunikasi. Ajak anak berbicara sejak dini, meskipun ia belum bisa merespons dengan kata-kata.

Cek Selengkapnya: Edukasi Postur Tubuh Sejak Remaja Wujudkan Generasi Lebih Sehat dan Produktif

Orang tua bisa mengajak anak bernyanyi, menirukan suara hewan, atau menyebut nama benda di sekitar rumah. Interaksi ini membantu merangsang kemampuan motorik mulut dan pendengaran anak.

Membacakan cerita juga menjadi metode efektif. Pilih buku bergambar yang sesuai usia, lalu ajak anak menunjuk dan menyebutkan nama objek. Aktivitas ini melatih kosakata sekaligus meningkatkan kemampuan memahami bahasa.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meski sebagian kasus speech delay bisa membaik dengan stimulasi di rumah, orang tua tetap perlu waspada jika anak belum menunjukkan perkembangan signifikan sesuai usianya.

Misalnya, tidak merespons panggilan nama, tidak mengucapkan kata sederhana di usia tertentu, atau tampak kesulitan memahami instruksi sederhana.

Jika kondisi tersebut terjadi, konsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional sangat dianjurkan.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mendeteksi kemungkinan gangguan pendengaran atau masalah perkembangan lainnya, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Does My Toddler Have a Speech Delay?
Rady Children’s Hospital San Diego. Diakses pada 2021. Delayed Speech or Language Development.

Sumber: Laman Halodoc

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

Peran Fisioterapi Umsida di FK Umsida Run 2026: Bantu Pemulihan dan Cegah Cedera Pelari
February 8, 2026By
Pre Klinik Fisioterapi Umsida, Bekal Awal Mahasiswa Hadapi Dunia Praktik Klinis
January 30, 2026By
Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
November 14, 2025By
neuromuscular
Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping
August 31, 2025By
massage
Workshop Massage untuk Atlet Tapak Suci UMSIDA, Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Cedera
August 24, 2025By
clinical reasoning
Pentingnya Clinical Reasoning dalam Fisioterapi Ditekankan di SEMIFIS 2025
August 9, 2025By
digital
Fisioterapi Umsida Sukses Peroleh Hibah PKM Digitalisasi Data Latihan, Upaya Cegah Cedera dan Perkuat Prestasi Atlet Sepatu Roda
July 14, 2025By
Physiocup
Meningkatkan Kolaborasi Esports dan Fisioterapi melalui Physiocup 2025
July 1, 2025By

Prestasi

Prestasi Olahraga Mahasiswa Fisioterapi Umsida di Taekwondo Jatim Cup 3
December 21, 2025By
SAINS SKATE SUPPORT Bawa Umsida Juara 1 KISI 2025 dalam Inovasi untuk Evaluasi Atlet
December 6, 2025By
Aplikasi SAINS SKATE SUPPORT Karya UMSIDA Masuk Finalis KISI 2025
November 23, 2025By
Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara Ajang Bergengsi di Jawa Timur
October 27, 2025By
Baik Sekali
S1 Fisioterapi Fikes Umsida Raih Predikat Akreditasi Baik Sekali, Pilar Keunggulan Pendidikan Fisioterapi
May 11, 2025By
Poster Kesehatan
Lomba Poster Kesehatan, Dziya Ulhaq Tampilkan Solusi Kreatif untuk Redakan Low Back Pain
May 6, 2025By
S1 Fisioterapi
Buktikan mampu bersaing ajang nasional, Mahasiswa S1 Fisioterapi Sabet Juara 1 Lomba Poster Kesehatan
April 22, 2025By
Optimalkan Performa dan Kesehatan Atlet Sepatu Roda di FASTER CLUB Sidoarjo: Berhasil Gelar Program Pengabdian Masyarakat
May 13, 2024By