Tren Padel Meledak, Fisioterapis Ingatkan Bahaya Cedera pada Pemain Baru

Fisioterapi.umsida.ac.id – Tren olahraga padel tengah “meledak” dan menjelma menjadi gaya hidup baru di berbagai kota besar Indonesia.

Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini semakin digemari masyarakat urban, dengan pertumbuhan lapangan dan komunitas yang pesat di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Keseleo, Fisioterapi Bantu Pulihkan Gerak Tubuh Secara Menyeluruh

Padel tak hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi juga aktivitas sosial yang identik dengan gaya hidup modern.

Namun, di balik euforia tersebut, muncul risiko cedera yang mengintai, terutama bagi pemain pemula yang ikut bermain karena fenomena fear of missing out (FOMO).

Banyak pemain langsung terjun ke lapangan tanpa persiapan fisik dan teknik yang memadai.

Kondisi ini membuat angka cedera akibat padel mulai meningkat dan menjadi perhatian para fisioterapis.

FOMO dan Karakter Gerak Padel Picu Risiko Cedera
Sumber: Pinterest

Padel dimainkan di lapangan yang relatif kecil dengan dinding kaca sebagai bagian dari permainan. Pola geraknya melibatkan ayunan raket berulang, perubahan arah mendadak, serta gerakan start-stop yang cepat.

Kombinasi ini memberikan beban cukup besar pada otot dan sendi, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan aktivitas fisik intens.

Fenomena FOMO membuat banyak orang yang sebelumnya jarang berolahraga langsung bermain padel secara agresif.

Tanpa pemanasan yang cukup dan teknik dasar yang benar, tubuh dipaksa bekerja di luar kapasitasnya.

Akibatnya, jaringan otot dan tendon menjadi lebih rentan mengalami cedera, terutama pada pemain yang sehari-hari lebih banyak duduk di depan komputer.

Cek Juga: Anak Muda Mudah Lelah, Gaya Hidup atau Masalah Kesehatan?

Cedera Siku, Lutut dan Bahu Paling Banyak Ditemui

Sejumlah klinik fisioterapi melaporkan peningkatan kasus cedera akibat padel, khususnya pada area siku dan pergelangan tangan.

Cedera ini umumnya disebabkan oleh gerakan memukul berulang dengan teknik yang kurang tepat, mirip dengan kondisi tennis elbow.

Jika tidak ditangani sejak dini, cedera tendon seperti ini dapat memerlukan waktu pemulihan yang panjang.

Selain itu, lutut juga menjadi area yang rawan cedera akibat tekanan dari gerakan berpindah arah secara cepat. Bahu pun berisiko mengalami cedera karena aktivitas servis dan smash yang dilakukan berulang.

Tanpa kekuatan otot dan stabilitas sendi yang baik, cedera dapat terjadi meski permainan baru dilakukan dalam waktu singkat.

Cek Selengkapnya: Pakar Umsida Sebut Banjir Aceh – Sumatera Sudah Layak Menjadi Bencana Nasional

Tips Aman Bermain Padel agar Tetap Sehat dan Berkelanjutan
Sumber: Pinterest

Untuk meminimalkan risiko cedera, fisioterapis menyarankan beberapa langkah pencegahan sederhana.

Pemanasan dinamis selama 10–15 menit sebelum bermain menjadi keharusan, dengan fokus pada lengan, bahu, punggung dan kaki.

Pemain juga disarankan mempelajari teknik dasar dari pelatih agar gerakan lebih efisien dan aman.

Pemilihan perlengkapan yang tepat, seperti raket dengan grip ergonomis dan sepatu khusus padel yang mendukung stabilitas, turut berperan penting.

Selain itu, memberikan waktu istirahat yang cukup antar sesi bermain membantu tubuh melakukan pemulihan optimal.

Dengan persiapan yang matang dan kesadaran terhadap batas kemampuan tubuh, padel dapat menjadi olahraga yang menyehatkan sekaligus menyenangkan.

Tren ini berpotensi berkelanjutan jika dijalani secara aman dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengikuti euforia sesaat.

Sumber utama berita:
“Olahraga Padel Naik Daun, Bisa Timbulkan Cedera Jika Cuma Fomo” — Sindonews.com (sports.sindonews.com)
“Fenomena Fomo saat Bermain Padel Bisa Timbulkan Cedera, Kenapa?” — TODAYNEWS.ID

Penulis: Ayunda Wijayanti

Bertita Terkini

Fisioterapi Umsida Jadi Tim Medis di Sidoarjo Run & Camp 2025 untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
November 14, 2025By
neuromuscular
Inovasi Neuromuscular Taping di Fikes Umsida: Menangani Nyeri Tanpa Efek Samping
August 31, 2025By
massage
Workshop Massage untuk Atlet Tapak Suci UMSIDA, Tingkatkan Kinerja dan Kurangi Cedera
August 24, 2025By
clinical reasoning
Pentingnya Clinical Reasoning dalam Fisioterapi Ditekankan di SEMIFIS 2025
August 9, 2025By
digital
Fisioterapi Umsida Sukses Peroleh Hibah PKM Digitalisasi Data Latihan, Upaya Cegah Cedera dan Perkuat Prestasi Atlet Sepatu Roda
July 14, 2025By
Physiocup
Meningkatkan Kolaborasi Esports dan Fisioterapi melalui Physiocup 2025
July 1, 2025By
aksi fisioterapi
Dari Ilmu Ke Aksi, Fisioterapi Umsida Edukasi Gaya Hidup Sehat Lewat CFD dan IFI
June 29, 2025By
kompetensi
Kuliah Pakar, Peran dan Kompetensi Fisioterapi Olahraga dalam Mencegah Cedera
June 13, 2025By

Prestasi

Prestasi Olahraga Mahasiswa Fisioterapi Umsida di Taekwondo Jatim Cup 3
December 21, 2025By
SAINS SKATE SUPPORT Bawa Umsida Juara 1 KISI 2025 dalam Inovasi untuk Evaluasi Atlet
December 6, 2025By
Aplikasi SAINS SKATE SUPPORT Karya UMSIDA Masuk Finalis KISI 2025
November 23, 2025By
Tim Fisioterapi Umsida Tembus Juara Ajang Bergengsi di Jawa Timur
October 27, 2025By
Baik Sekali
S1 Fisioterapi Fikes Umsida Raih Predikat Akreditasi Baik Sekali, Pilar Keunggulan Pendidikan Fisioterapi
May 11, 2025By
Poster Kesehatan
Lomba Poster Kesehatan, Dziya Ulhaq Tampilkan Solusi Kreatif untuk Redakan Low Back Pain
May 6, 2025By
S1 Fisioterapi
Buktikan mampu bersaing ajang nasional, Mahasiswa S1 Fisioterapi Sabet Juara 1 Lomba Poster Kesehatan
April 22, 2025By
Optimalkan Performa dan Kesehatan Atlet Sepatu Roda di FASTER CLUB Sidoarjo: Berhasil Gelar Program Pengabdian Masyarakat
May 13, 2024By