fisioterapi.umsida.ac.id- Rekam medis menunjukkan bahwa keseimbangan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan sangat penting bagi lansia untuk mengurangi risiko jatuh dan komplikasi kesehatan lainnya. Melalui program pengabdian masyarakat (Abdimas), Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida) melaksanakan skrining kesehatan dan pemeriksaan keseimbangan bagi lansia di Sidoarjo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, nutrisi seimbang, dan aktivitas fisik guna mempertahankan keseimbangan tubuh.
Baca Juga: Metabolisme Lebih Sehat dengan Latihan Interval Intensitas Sedang bagi Obesitas

Pemeriksaan Keseimbangan untuk Lansia, Mengapa Ini Penting?
Seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami penurunan fungsi fisik yang berdampak pada keseimbangan tubuh mereka. Data menunjukkan bahwa jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera serius di kalangan usia lanjut. Oleh karena itu, dalam program ini, tim dari Fikes Umsida melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tekanan darah, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan tes keseimbangan menggunakan Fukuda Test untuk mendeteksi risiko jatuh.
Selain itu, kalangan usia lanjut yang berpartisipasi dalam kegiatan ini juga diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan melalui pola hidup sehat, olahraga yang tepat, dan konsumsi nutrisi yang seimbang. Dengan metode yang digunakan, program ini tidak hanya memberikan data akurat tentang kondisi kesehatan lansia di Sidoarjo tetapi juga memberikan rekomendasi tindakan lanjut bagi mereka yang membutuhkan intervensi medis lebih lanjut.
Hasil Skrining Kesehatan dan Dampaknya
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tekanan darah dalam rentang normal dengan rata-rata 135/85 mmHg, meskipun terdapat variasi mulai dari 102/61 mmHg hingga 207/95 mmHg. IMT rata-rata berada di angka 24,8 kg/m², menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kalangan usia lanjut dengan berat badan normal dan mereka yang berisiko obesitas atau kekurangan gizi. Selain itu, rata-rata denyut jantung berada pada kisaran 75 bpm, menandakan kondisi kesehatan jantung yang relatif stabil di kalangan usia lanjut yang diperiksa.
Dari pemeriksaan keseimbangan, 37% lansia mengalami gangguan keseimbangan dengan kecenderungan tubuh berputar ke kanan, 30% ke kiri, sementara 33% lainnya berada dalam batas normal. Hal ini menunjukkan bahwa hampir dua pertiga peserta memiliki potensi risiko jatuh yang cukup tinggi, sehingga diperlukan tindakan pencegahan lebih lanjut.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim dari Fikes Umsida merekomendasikan beberapa solusi, termasuk latihan keseimbangan rutin, modifikasi lingkungan rumah agar lebih aman, serta konsultasi medis secara berkala. Dengan adanya pemantauan kesehatan yang lebih baik, diharapkan angka kejadian jatuh pada lansia dapat berkurang secara signifikan.
Membangun Kesadaran Kesehatan Lansia yang Lebih Baik
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan komunitas lansia yang lebih sehat dan mandiri. Dengan data yang telah dikumpulkan, tim peneliti dan tenaga kesehatan dapat mengembangkan strategi yang lebih baik untuk mendukung lansia dalam menjaga kesehatannya.
Selain memberikan rekomendasi kepada peserta, hasil dari program ini juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menyusun kebijakan terkait pencegahan risiko jatuh dan peningkatan layanan kesehatan bagi kalangan usia lanjut. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keseimbangan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan, diharapkan lansia di Sidoarjo dapat menikmati hidup yang lebih sehat dan berkualitas.
Kesimpulan dari Artikel
Program pengabdian masyarakat (Abdimas) Fikes Umsida berfokus pada skrining kesehatan dan pemeriksaan keseimbangan lansia di Sidoarjo. Tujuan utama program ini adalah mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya gaya hidup sehat, nutrisi seimbang, dan aktivitas fisik untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar peserta memiliki tekanan darah dan denyut jantung dalam rentang normal, terdapat risiko keseimbangan pada 67% peserta dengan kecenderungan tubuh miring ke kanan atau kiri. Hal ini mengindikasikan potensi risiko jatuh yang cukup tinggi di kalangan lansia.
Sebagai solusi, tim FIKES Umsida merekomendasikan latihan keseimbangan rutin, modifikasi lingkungan rumah agar lebih aman, serta konsultasi medis berkala. Data yang dikumpulkan dalam program ini juga dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi lansia.
Melalui skrining kesehatan ini, Fikes Umsida menegaskan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok usia lanjut yang rentan terhadap berbagai komplikasi kesehatan. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sumber :Widi Arti Health Screening and Balance Examination for the Elderly in Sidoarjo: Abdimas Care Program