Metabolisme Lebih Sehat dengan Latihan Interval Intensitas Sedang bagi Obesitas

fisioterapi.umsida.ac.id- Metabolisme yang optimal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh dan mencegah obesitas. Ketidakseimbangan energi akibat asupan kalori berlebih dibandingkan pengeluarannya dapat menyebabkan akumulasi lemak dalam tubuh, yang lebih sering terjadi pada perempuan.

Untuk mengatasi masalah ini, penelitian dari Widi Arti, Herista Novia Wildanti, dan Bagas Anjasmara di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menemukan bahwa latihan interval intensitas sedang dapat meningkatkan Basal Metabolic Rate (BMR) secara signifikan. Dengan metode latihan yang tepat, metabolisme dapat ditingkatkan secara efektif, membantu pembakaran lemak, serta menjadi solusi bagi perempuan dengan kondisi obesitas.

Baca Juga: Pentingnya Pemeriksaan dan Pengukuran Muskuloskeletal dalam Fisioterapi,Panduan bagi Calon Fisioterapis

Latihan Interval Intensitas Sedang dan Efeknya terhadap Metabolisme

Latihan interval adalah metode olahraga yang melibatkan kombinasi antara periode latihan intens dengan periode istirahat atau pemulihan. Penelitian ini berfokus pada latihan interval dengan intensitas sedang, yang dilakukan pada 75-85% dari detak jantung maksimal (MHR). Latihan ini memiliki keunggulan dibandingkan latihan aerobik konvensional karena dapat meningkatkan EPOC (Excess Post-Exercise Oxygen Consumption), yaitu kondisi di mana tubuh tetap membakar kalori bahkan setelah latihan selesai.

Pada penelitian ini, subjek yang terdiri dari 7 perempuan obesitas menjalani sesi latihan dengan 8 siklus repetisi selama 3 menit dengan interval istirahat 1 menit. Pengukuran dilakukan dalam tiga tahap:

  1. Pretest (sebelum latihan)
  2. Posttest 1 (30 menit setelah latihan)
  3. Posttest 2 (22-24 jam setelah latihan)

Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada posttest 1, tetapi pada posttest 2 terjadi peningkatan signifikan dalam laju metabolisme basal (BMR). Ini menunjukkan bahwa efek dari latihan interval tidak langsung terjadi dalam hitungan menit, tetapi memiliki dampak jangka panjang pada metabolisme tubuh.

Keunggulan Latihan Interval Intensitas Sedang bagi Perempuan Obesitas
metabolisme
Sumber AI

Salah satu tantangan utama bagi perempuan obesitas dalam berolahraga adalah risiko cedera dan kelelahan. Latihan dengan intensitas tinggi mungkin efektif, tetapi bisa terlalu berat dan meningkatkan risiko cedera pada sendi serta menimbulkan tekanan pada sistem kardiovaskular. Oleh karena itu, latihan intensitas sedang lebih disarankan karena memiliki beberapa keunggulan berikut:

1. Meningkatkan Laju Metabolisme Istirahat

Latihan interval membantu meningkatkan BMR, yang berarti tubuh akan tetap membakar lebih banyak kalori bahkan saat beristirahat. Dalam penelitian ini, peningkatan BMR terjadi 22-24 jam setelah latihan, menunjukkan bahwa metabolisme tetap aktif dalam jangka waktu yang lebih lama.

2. Lebih Aman dan Mudah Dilakukan

Dibandingkan dengan latihan intensitas tinggi, latihan interval intensitas sedang lebih aman untuk perempuan dengan obesitas. Intensitasnya yang tidak terlalu ekstrem mengurangi risiko cedera dan kelelahan yang berlebihan, sehingga lebih mudah dilakukan dalam jangka panjang.

3. Mengoptimalkan Pembakaran Lemak

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa latihan aerobik dengan intensitas sedang lebih efektif dalam memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dibandingkan dengan latihan yang terlalu intens. Dengan demikian, latihan interval intensitas sedang menjadi metode yang ideal untuk menurunkan berat badan secara efektif.

Implikasi dalam Program Fisioterapi dan Kesehatan

Hasil penelitian ini memiliki implikasi besar dalam dunia fisioterapi dan rehabilitasi kebugaran. Beberapa penerapannya adalah:

  1. Sebagai metode rekomendasi dalam program penurunan berat badan – Fisioterapis dapat memasukkan latihan interval intensitas sedang ke dalam program terapi latihan bagi pasien obesitas.
  2. Menjadi alternatif bagi mereka yang tidak bisa melakukan latihan intensitas tinggi – Perempuan dengan obesitas sering menghadapi kesulitan dalam melakukan olahraga berat, sehingga metode ini dapat menjadi pilihan yang lebih realistis.
  3. Meningkatkan efektivitas rehabilitasi pasien dengan gangguan metabolik – Program latihan ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.

Dengan semakin meningkatnya prevalensi obesitas di Indonesia, penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana latihan yang sederhana dan aman tetap bisa memberikan dampak signifikan terhadap metabolisme tubuh.

Penelitian yang dilakukan oleh Widi Arti, Herista Novia Wildanti, dan Bagas Anjasmara menunjukkan bahwa latihan interval intensitas sedang dapat secara signifikan meningkatkan Basal Metabolic Rate (BMR) pada perempuan obesitas.

Latihan ini tidak hanya aman dan mudah dilakukan, tetapi juga memberikan efek jangka panjang terhadap pembakaran kalori dan metabolisme tubuh. Dengan penerapan yang tepat, metode ini bisa menjadi bagian dari program rehabilitasi fisioterapi dan strategi penurunan berat badan yang efektif.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan para praktisi kesehatan, fisioterapis, dan masyarakat umum lebih sadar akan manfaat latihan interval intensitas sedang sebagai metode yang efektif, aman, dan berkelanjutan dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik.

 

Sumber : Widi Arti Efektivitas Latihan Interval Intensitas Sedang Terhadap Perubahan Basal Metabolic Rate Pada Perempuan Obesitas